February 10, 2009

So hate it, when come to this

Kemaren tepat-nya, berita-nya dimana-mana, dari detik, ampe kompas. Ada OSPEK IMG (Ikatan Mahasiswa Geodesi) ITB, ada yang meninggal. Kronologis-nya sendiri progressing lg ditangani. Tapi yang pasti, sebagai alumni yang dulu zaman kuliah pernah berkecimpung di komunitas himpunan itb, meski bukan IMG, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya buat keluarga almarhum.

Terkait dengan ini semua, gw cuma berharap tidak pernah terulang lagi. Bagaimana pun kronologis kejadian-nya, apa pun hasil penyelidikan dari Polisi, apakah ada tindak pidana atau tidak, kesalahan siapa? yang jelas kejadiannya seperti ini, gw menyesalkan ini terjadi, dan sekali lagi turut berduka cita yang sedalam-dalamnya.

4 comments:

yuwanastiani said...

Hi.. Just stopping by. :)
You have a really nice blog Lin..
Ternyata berbakat menulis yach.. ;p

Anyway, Setuju. Sedih banget ya ngebaca beritanya..
Tapi juga ga bisa nge-judge apa2 karena ga tau fakta-fakta nya di lapangan. Masih dalam penyelidikan. :(

Yah..semoga jadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih bertanggung jawab di role masing-masing.
Begitu lalai, nyawa manusia bayarannya..

Ka-el said...

@Yoan. Thanks ..hehe ..gw g ada apa2nya dbanding tulisan2 mu kali..but.thanks...

Betul..pelajaran..dengan harga yang sangat mahal...(msh ngeri ngbyangin beban mental semua orang)...

yuwanastiani said...

--> "@Yoan. Thanks ..hehe ..gw g ada apa2nya dbanding tulisan2 mu kali..but.thanks..."

Hehehe.. gw malah berpikir sebaliknya. :) But thanks Lin..
A compliment for a compliment.. it means we're even. ;p

Blog Watcher said...

ATAS NAMA PENDIDIKAN

Putih kapas dapat dilihat, putih hati berkeadaan. Demikianlah keadaanku kini, terbujur kaku di pusaran pembaringan dengan taburan do'a di atasnya. Ya.. memang... aku telah mati!! aku harap... Janganlah engkau terkejut karenanya... aku adalah mayat korban kekerasan atas nama pendidikan.


Tahun 2008... aku putuskan untuk memulai perjalanan panjangku. Teknik Geodesi ITB menjadi pijakan utamaku. ITB.. salah satu Universitas besar... Impianku, ku mulai dari sana.


Berjuta harapan dan terpaung jelas di kampus itu, menjadi orang besar di Indonesia... Menjadi orang berguna. Tujuanku satu, dapat mengarungi maghligai bahagia di masa mendatang.


Setelah beberapa lama...

Rencana tinggalah rencana. Semua sia-sia belaka... Kala ku tahu kekerasan menjadi legalitas disana. Dengan sangat terpaksa, satu persatu mimpi indahku terpaksa ku tanggalkan. Mimpiku membuatku terluka. Mimpiku membuat aku menderita. Aku kecewa... kecewa... sungguh kecewa...


Di ITB, aku hanyalah sansak hidup yang berada dalam arena tinju pendidikan Universitas. Mereka bebas menamparku, meraka bebas menginjakku, mereka bebas memukulku, mereka meludahiku... mereka bebas melakukan kekerasan... semua demi nama pendidikan...


Feb 2009... dengan berat hati, aku mengakhiri perjalananku. Ku tutup mataku... Ku hembuskan nafas terakhirku... Karena pendidikan mengajarkan kekarasan.

sumber:http://www.asyiknyaduniakita.blogspot.com/