August 7, 2009

Bacpacking in Java Lombok Indonesia

I am back for good. I took a month vacation and went for backpacking across java, bali and end up in Lombok, or Gili to be precise. Although the trip was not really well planned at least I managed to go to Pangandaran (lembah Putri), Cirebon (meet family of course), Hiking Gede Mountain, go to Bromo-Tengger Semeru National Park, a bit of Lombok, diving in Gili and a bit of Bali.

Unfortunately, the Rinjani Mountain was on alert because of recent eruption of the Gunung baru, so practically it was almost impossible to summit Rinjani, unless you want to die there. That was a very lame excuse of course, but anyway safety is always my priority. Anyway it is so ironic that I am talking about safety, while the truth is I got sick after 3 weeks, and I had to stay in Gili-lombok. And so I spent the rest of the month in Gili. I had no choice other than postponing checking the Komodo dragon (saudara kodok!) and seeing Kelimutu Lake in Flores. Maybe some other time in the future, I’ll go there. Recovering in deserted island like Gili wasn’t really bad idea at all. It was really fascinating, in fact my fever and flu just went away in couple days and I finally went for diving. I am not promoting anything but seeing shark, manta, turtles, and dive in boat wreck for the first time in underwater Gili is nothing to be doubt. Just great!! Hehe..







Cukup cuap-cuap pake bahasa inggris gak jelas. Yang puguh, gw pergi menghilang selama sebulan, bukan tanpa alasan. Meski liburan jadi tema, tapi sebenarnya ada yang lebih dari sekedar liburan yang pengen gw cari. Tapi kok kedengarannya jadi kayak yang melankolis sentimentil gini.

Anyway, liburan adalah liburan, tiap orang punya versi nya sendiri-sendiri, mau penuh dengan style luxurious atau backpacking atau apa pun jenisnya, at the end itu masalah pilihan. Dan tiap orang punya cara sendiri menikmatin pilihan mereka masing-masing. Selama lo tau apa yang lo mau dan yang lo cari, pasti lo bisa nemuin jalan untuk nikmatin proses pencarian itu. Dengan bekal itu pula, akhirnya gw sok-sokan backpacking selama hampir satu bulan kemarin. Mungkin bisa disebut super-amatir backpacker.

Prinsip gw adalah ngenikmatin spontanitas yang ada dan siap dengan kemungkinan terburuk. Agak-agak lebay emang kalo dengan alasan spontanitas lantas gw nge-cat rambut gw jadi sedikit pirang gak jelas. Hehe..tapi setidaknya jadi sedikit modal penyamaran gw (spionage kayak james Bond ceritanya), buat ngehindarin orang yang mungkin dikenal sepanjang perjalanan. Tapi sumpah dipikir2 lebay banget klo gw kege-eran takut dikenal orang dari ujung pangandaran ampe ujung banyuwangi, bahkan nyebrang ke gilimanuk, padangbai, lembar, bangsal ampe gili. Artis juga bukan, udah gitu mana ada artis jalan-jalan pake bis ama pindah turun di tiap terminal. Superlativ lebay=lebay kuadrat.

Di tengah jalan, nggak jarang gw ketemu ama orang yang curious pengen tau (entah karena bau badan yg ekstrim karena pola mandi gak jelas, atau mungkin sekedar kasian) “kenapa backpacking?”, gw selalu jawab beda-beda sekena-nya gw, atau berusaha nge-respons dengan porsi yang pas sesuai ama seberapa besar pengen tau dia atau penglaman dia sendiri.

Sama tukang potong sapi yang satu bis dari probolinggo ke situbondo, gw bilang “iseng aja”, tapi lantas setelah dia bilang “iseng kan ada alasannya?”, lantas gw jawab “lagi nyari inspirasi”, tapi kemudian dia bingung mengartikan kata-kata inspirasi, akhirnya percakapan berlanjut sejauh sapi gelonggongan dan harga sapi yg bakal ngelonjak mendekati lebaran.






Sama temen lama gw yang entah kenapa bisa ketemu di surabaya bareng-bareng ke Bromo, gw bilang alasannya karena “gw pengen hal yang beda dan butuh keterasingan” (bukan berhubungan ama hal-hal asing kyk alien) tapi gimana gw deal dengan hal-hal baru (orang dan tempat yang nggak dikenal, seperti belajar gimana caranya survive dengan calo, preman dan terminal) dan ngambil keputusan-keputusan kecil tapi significan (keputusan simple kayak naik bis jurusan mana yang gak bikin nyasar, atau apakah gw kudu nyari losmen untuk tidur, atau cukup dengan buka tenda hal-hal seperti itu).
Dari itu semua, bukan berarti gw jadi ahli atau bijak dalam ngambil keputusan tapi setidaknya gw dipaksa untuk ngenikmatin keputusan yang gw ambil sendiri. Ya setidaknya gw buat keputusan buat gw sendiri. Sesuatu yang kadang dalam kehidupan sehari-hari gak gw temuin, karena sering kali gw dihadepin sama keadaan dimana gw seolah-olah gak punya pilihan, bahkan dikasih kesempatan ngambil keputusan pun tidak.

Di Ketapang lain lagi ceritanya. Ketika kebingungan karena hampir tengah malam dan gak ada taksi atau ojek yang bisa nganter dari terminal bis ke pelabuhan, eh ternyata nasib ngebawa gw ketemu orang yang sama-sama kebingungan juga, dan akhirnya hanya karena persamaan nasib dan tujuan dan juga keharusan ngebagi charteran angkot, akhirnya gw malah mengenal baik teman baru ini. Teman yang dulunya juga sering menghabiskan waktu diantara bis, terminal dan tempat-tempat baru.

Dia nggak nanya “kenapa kamu bakcpacking?”, dia langsung mendoakan “semoga kamu menemukan apa yang kamu cari”.

Gw sedikit protes ke dia, “kenapa gak doakan semoga sehat sampai selesai backpacking aja? Karena aku sedang tidak mencari apa-apa, hanya sekedar liburan”

Kata dia, “kesehatan itu memang diusahakan, sedikit dicari, tapi itu jg didapat dari Tuhan, kadang kamu gak punya pilihan, makanya aku doakan langsung tentang pencarian kamu, aku yakin kamu mencari sesuatu”
“mungkin iya, mungkin tidak, ya..sekedar mungkin mencari pengalaman”
"kamu duduk di rumah, baca buku, nulis blog juga pengalaman, kenapa harus sambil jalan jauh dari ujung ke ujung pulau jawa bahkan berniat sampai ke nyebrang lombok dan flores segala? Hanya untuk pengalaman ?"
"mungkin, hanya untuk itu, aku tidak pernah membuat hidupku rumit, aku ada waktu, aku dari dulu pengen backpacking, so here I am"
"Emang itu kedengaran sederhana, tapi dari banyaknya kata mungkin dalam setiap jawaban mu, nampaknya kamu tidak yakin sama dirimu sendiri, apakah itu bagian dari pencarian mu?"
"entahlah, mungkin juga..hehe..lagi-lagi pake mungkin….tapi kalo boleh jujur, aku sebenarnya sedang lari dari sesuatu"
"mm..nampaknya aku pernah ada di posisi itu, tapi lari itu tidak akan menjadikan solusi, kamu harus menghadapinya dan belajar menyelesaikannya, meskipun kamu gagal, atau kamu tau akan gagal"






"Okay, mungkin aku kurang tepat, aku tidak benar-benar lari, aku hanya lari untuk sementara, lari dari kerumitan di kepala, aku akan mengadapi nya tentu setelah ini, mau tidak mau, tapi dalam waktu sebulan ini, aku ingin lari, supaya bisa ngambil keputusan apakah mengambil pekerjaan baru, atau tidak…"
Tiba-tiba dia memotong, "stop..aku tidak mau mendengar terlalu detail, itu urusanmu, aku sekali lagi cuma mau berdoa, semoga kamu menemukan apa yang kamu cari"

"oh..okay, kupikir kamu mau tau lebih jelas, karena untuk pertama kali aku menemukan orang asing, yang kupikir bisa membantuku"

"ya..tapi sebagaimanapun aku berusaha membantu, hanya kamu sendiri yang bisa menemukan apa yang kamu cari, karena ini pencarianmu"

"Betul, ..okaylah, kalo gitu..lupain dengan membantuku…aku juga terlalu naive mengharap bantuan …thanks buat doanya. Amin. Semoga aku bisa menemukan pencarian itu. Lets change the topic then…since I dont want to bother you too much…”
“Hey..jangan gitu dong, somehow ini percakapan menarik..mari kita lanjutkan..aku mungkin tidak akan membantu apa-apa dan tidak mampu, tapi setelah dipikir-pikir, nggak ada salahnya aku mendengarkan, menjadi pendengar yang baik kadang susah, lagian masih sejaman lagi paling kapalnya brangkat..jadi..ada masalah apa dengan pekerjaan baru ini?”
“Mm..baiklah thanks sebelumnya…sebenarnya bukan pekerjaan baru, cuma kesempatan baru yang mengharuskan aku bakal pergi meninggalkan banyak hal yang udah aku buat selama ini bila aku mengambil kesempatan ini…aku akan melepaskan banyak cinta, cita-cita dan harapan…ya, in return aku akan mendapatkan cita-cita dan harapan lain…yang aku sama sekali tidak tau akan seperti apa…."







"Mmm…memilih diantara dua hal yang tak jauh bedanya..…apakah kamu tidak menyukai kesempatan pekerjaan baru yang datang ini"

"Entahlah, aku belum menemukan jawaban untuk itu juga"
"Mm..nampaknya pencarian yang dalam untuk waktu yang singkat"
"Betul..meski singkat itu sendiri relatif, mungkin bagi sebagian orang satu bulan justru terlalu lama"
”Ya itu memang relatif, tapi yang tidak relatif tentang lama atau tidak adalah hidup, bahwa hidup memang tidak lama"
"Betul..aku jadi merasa semakin bingung dan pusing"
"hehe..come on, you are a backpacker, don’t you think this journey is way too precious and fun ..jangan dibikin compleks, kalo logika sudah buntu, kadang kamu mau nggak mau harus percaya sama instink mu…peduli apa kata orang, this is your life, this is your journey, you are free to choose any path you want, jadi jangan terlalu pedulikan kata-kata orang, choose one, and make great on your choice…if you fail with the one then move to other option”
“haha…sound like a therapy session”
“it is a therapy session, except we don’t have a nice couch or meditation sound…hahaha….Cuma ada dermaga ketapang yang berdebu dan panas padahal udah hampir tengah malam, bahkan bis dari jember pun belum nongol-nongol hehe……satu hal, setidaknya kamu harus bersyukur, di usiamu, kamu bingung membuat keputusan tentang memulai sesuatu, melihat ke belakang aku dulu, aku bukan bingung membuat keputusan memulai sesuatu, tapi justru kebingungan untuk bagaimana memulai sesuatu, bahkan kebingungan karena tidak tau harus memulai apa”







“Tidak tau apa yang dicari dalam hidup maksudnya?”
“Ya..kurang lebih seperti itu…bahkan tidak tau apa-apa tentang hidup”
“haha…sama saja lah yang mengaku tahu tentang hidup juga sering tersesat, tahu belum tentu menjamin kita selamat, betul kan?”
“betul…tapi setidaknya tau bagaimana tidak enaknya tersesat, membuat kamu ingin mencari jalan yang lain, jalan selamat”
“I hope I am in a right track, in a right way”
“Don’t worry you’ll be fine”
“I hope so…”







Sorry; pemakain kata aku dan kamu di atas, emang kagak gw banget ;) tapi kadang klo ketemu orang harus sopan, jadi penggunaan gw-elo ala jakarta sedikit dikurangin tanpa mengurangi rasa hormat ;p

July 1, 2009

Makan di Rumah Bu Endang



Gw jadi obat nyamuk. Haha..abis gimana ya..gw gak bisa escape juga. Tapi aniway, gak semua obat nyamuk baunya busuk kan. Gw obat nyamuk yang wangi. Dan mereka nyamuk2 yang baik hati (ngomong apa sih). Ya gitulah, kamaren threesome, pas jalan ama dua temen gw (yg mana mereka adalah couple..hallah..tp gw kenal ama dua2nya), ga penting amat sih.

Intinya, ni posting mo ngomongin tempat makan favorit tuh temen gw. Namanya rumah makan Bu Endang di daerah wijaya. Pas nyampe sana, emang kondisi lagi laper2nya, jadi aja semua makanan keliatan enak (ni rumah makan yang ngejual makanan rumah a.k.a tradisional) dan kita pesen jadi agak membabi buta. Tapi, emang enak..kali ini bener2 berasa makan di rumah, dan kita pura2 jadi anak baik, jadi semua makanan abis, bersih..persis seperti pesen mama (hehe..pdhal emang laper, enak, plus rakus aja kitanya).

Menu khas nya, gadon daging (kayak pepes daging);mmm..sumpah yummy abes..
Konon kabarnya, kalo pas jam lunch, Bu Endang yang ayu itu mendatangi meja satu persatu ..sayang pas makan malem, Bu Endang g ada. Jd gw g sempet ketemu. overall..ni tempat, asik;enak, terjangkau, bersih (konon ini rumah jadul bekas jaman belanda, dan interiornya dibikin vintage), suasananya tenang..gw suka. Have a try if you seek for some traditional taste.

Thanks to megski dan chachaboy udah nganterin gw muter2 cari tas buat ponakan gw. hehe..

June 29, 2009

Kopi Buku Pisang


Silaturahmi ngebawa energi tersendiri. Praktisnya, dengan dalih mau kumpul-kumpul, gw jadi makan satu meja bareng temen-temen lama. Mungkin bagi sebagian orang itu menjadi hal lumrah, bahkan dianggap biasa. Tapi bagi gw, kemaren itu kumpul2 yang berasa beda, beda karena ini bisa jadi moment yang susah diulang. Emang sih..namanya juga temen. Saling ngisi cerita satu sama lain. Datang dan pergi, adalah biasa ..mmm..(mungkin gara-gara gw mo pergi)...gw jadi ngerasain nostalgic. Padahal, belum-juga belum gw pergi.
(Harus kuat!! seperti janji gw dulu-dulu, perubahan itu perlu, meski di depan banyak buruk menanti, tapi juga ada harapan baru datang).
Dari kumpul-kumpul, makan yogurt bareng, dan minum kopi bikinan rumah (yg kerasa enak..mm..si Om feeling barista nya lumayan; air+bubuk kopi..pas!! aroma+rasa nya dapet), diselingi diskusi dunia kerjaan, gossip artis, politik dan macem-macem, seolah saling melengkapi dan ngisi jengah otak yang ada. Satu..dua jam..seolah satu menit.
Tentu tambah mantap, karena si Om ternyata sudah selesai buku baru nya, dan kabarnya sudah ada di Gramedia. Buku nya menarik. Kalo dari judul ama tampilannya sangat formal, dan bikin temen-temen gw agak2 ga pede. Tapi kembali, "dont judge the bookby the cover". Seperti biasa, open mind, dan more open mind lah yang bisa ngebawa kita ngeresapi buku apa pun itu. Gw suka buku itu. Pertama karena gw kenal siapa yang nulis. Kedua karena emang itu buku menarik. Yang gw suka juga..sesekali ada gaya bahasa si Om terselip di buku..gaya bicara yang gw kenal. Semangat dari seorang angkatan muda. Semangat baru bagi sebagaian orang tapi patut ditiru. Seorang yang mau kenal ama orang-orang biasa (seperti gw) tp juga sama mereka yang sekaliber-dia. Stripping bbrapa belas halaman terjadi di macetnya bekasi-jakarta, diantara twilight yg semakin remang. Tapi jujur, ini buku bagus. Gw berniat bawa buku ini buat nemanin gw montain hopping. Dari puncak gede, ke semeru-bromo, ke rinjani, ke tambora (haha..sok iya aja bisa), sebulan ke depan. insya allah.
Thanks to Alfian..buat hadiah buku nya dan signature nya tentu. Sukses selalu. Insya Allah bermanfaat.

June 22, 2009

Selamat Ulang Tahun

“Mau jadi apa kalo udah gede?”
“Mau kayak Mang Ain, kerja di minyak”.
“Kenapa emang?”
“Biar bisa jalan-jalan, kerjanya”
“Ya udah makan yang banyak, sekolah yang rajin, jangan lupa ngaji nya jangan bolos-bolos”
“Daffa ngaji kalo nenek ke mesjid, kalo nenek gak ke mesjid ya Daffa nggak juga”
“Iya, Daffa juga harus jagain nenek, kasian nenek udah tua, jangan minta gendong-gendong mulu”
“Kan Daffa nya sakit, jadi nenek suka pengen gendong Daffa, abis ibu gendong Azril mulu”
“Iya, Daffa kan udah gede, masa di gendong-gendong mulu”
“Iyah..(nada mutung) Kata ibu, Daffa harus bilang makasih ama mang Ain"
"Kenapa?"
"Kenapa Bu....Mang Aing tanya tuh..Kenapa harus bilang makasih" (teriak Daffa)
--samar-samar "bilang makasih udah dikasih uang, buat daffa berobat tiap bulan"
"Iya, makasih udah dikasih uang"
"oh..sama-sama..makan obat nya jangan lupa, biar cepet sembuh"
"kata ibu makan obat terus ampe setahun, setahun berapa lama sih Bu?" (teriak Daffa)
--samar-samar "sampai Daffa naik kelas-2"
"Iya, pokoknya makan yang banyak"
"Iya...udah ah...mang ain...main ke rumah mang ain di jakarta kalo enggak ke pangandaran, mang ain kapan pulang?"
"bulan depan, insya Allah"
"Ibu...bulan depan Bu ke Pangandaran kata Mang Ain" (teriak Daffa)
"Udah ya..salamulikum" (klik ditutup telponnya)
"wa'alaikumsalam"
....selamat ulang taun Daffa...kau sudah semakin besar saja..

June 21, 2009

Midnight Sale Senayan City - Cocklit

picture taken from foto.vivanews.com
(Cocklit is the male version of chicklit; ini murni ngada-ngadanya gw)

Badan gw yang masih belum stabil setelah syok dengan GFE, akhirnya kemaren gw hajar dengan olahraga mati2an. Konon, adrenalin yang terpacu akibat tekanan mental bisa akhirnya seimbang setelah di kasih tantangan fisik (ini teori sok tau gw). Salahnya, setelah olahraga mampus itu, gw terlibat nganterin cewek2 belanja(hallah..nganterin apa ngintilin).

Tip ketika nganterin cewek2 belanja:

Do wear running shoes (if you dont care much with your style). karena ternyata acara belanja bisa ngedadak panjang dari mall satu ke mall lain kalo barang yang dicari adanya di mall cabang lain. Bisa dari PIM ke SenCi. Bukannya harus lari dari PIM ke Senci mkanya gw bilang pake running shoes... cuma ya siap2 aj...muter2 di dua mall lumayan ngabisin banyak energi, apalagi kalo abis olahraga mampus, bisa panas dingin..

Do bring something to read. Bawa novel misalnya, jadi bisa baca buku di depan counter atau butik di mana cewek2 itu bisa dengan tekun meneliti barang-barang (yg sebenarnya di lemari mereka udah banyak), paling gak jauh2 sama tas, sepatu, dan teman2nya itu. Tapi emang mereka paling tekun kalo soal belanja. Barang-barang di toko itu di teliti satu-satu, kadang di cobain satu-satu. Puiih...salut ama ketekunan mereka.

Do read your novel, dan tunggu di depan boutiqenya. jangan nunggu di tempat ngopi. Karena ngopi jg gak murah, dua cangkir kopi bisa buat beli satu buku (guilty pleasure; kesempatan buat mata jelalatan). Dan jangan pernah coba-coba nunggu di toko buku, karena biasanya keluar dengan beli buku baru.

Do wait near woman section. Jangan coba-coba muter di section cowok. Apalagi kalo sendirian, biasanya ujung2nya jadi belanja (rayuan maut penjaga2 toko itu bagai sihir imperius nya voldermort). apalagi kalo bawa kredit card. Ada aj yang bisa dibeli.

Do remember where you park your car. Kalo gak, lo bakal muter2 nyariin mobil lo dimana. Mampus dah itu pusing pisan.

Tapi itu semua hanyalah teori. Gw gak pernah berhasil menjalankannya dengan baik. Ujung2nya kalo nganterin cewek2 belanja, gw belanja juga (dengan alasan.. "gw kan butuh, jadi beli untuk function bukan fashion, jadi ya terpaksa", padahal gak penting2 amat..
salah-salah ngomong bisa di gaplok..ingat ya ..buat cewek2 kebanyakan; fashion adalah kebutuhan function nomer satu...jadi ya conflict definition juga sih, dan sering juga nyasar di tempat parkir (tadi malam itu setengah jam sendiri nyari2 mobil di basement-3 senayan city). That's it. Weird..why am i write this kind of story.

Tempat Makan Di Jakarta



Hunting tempat makan baru nih di jakarta. Meski kalo soal rasa, akurasi selera gw mungkin kurang bisa dipercaya, secara ampir semua jenis makanan masuk ke perut gw (catat yg halal), tapi gak ada salahnya kalo gw sok2an nge-review tempat makan yang emang sebenarnya udah terkenal sih. Mereka nge-claim sudah terkenal sejak 1942. Mmm gw gak bisa buktikan karena gw jelas belon lahir tahun segitu. Ada juga foto Presiden SBY di pajang di situ..gw gak tau kapan tuh SBY makan di situ..sebelum jadi presiden apa sesudah. Karena kalo sesudah kyknya gak mungkin, presiden kan sibuk ngurusin negara, masa sempet2nya makan di resotran dan bikin macet jalan ke resotoran...atau emang dia gak sibuk?! hihi..meneketehe ya...(presiden jg manusia kaleee..aih ntar gw di gugat kyak Prita Mulyasari lagi..takut).

If you are looking for indonesian food. Rawon Nguling could be a good choice. It's located in Cikajang (jl. cikajang no.49 kebayoran baru, phone 021-739 4319). The specialty is east java's food which called nasi rawon (meat soup with tradional herb; becung that bring black color to the soup), soto surabaya (soup with some coconut milk). The taste is good (the way it should be, from traditional point of view), the service is also excellent, quick and clean.



Harganya ya lumayan lah, berhubung service ama rasa, gw pikir harganya standard2 aja.
Yang unik, ni restorant kayaknya usaha keluarga. Selain Rawon khas nguling (nama tempat di jawa timur), pemiliknya kyaknya sodaraan ama pemilik resotaran empal gentong (segmen yang sama, makanan traditional khas cirebon, belum nyoba sih..di daerah Tebet)...cuma kebetulan, kok nama pemilik ni restoran rawon nguling am empal gentong mirip2 ama nama gw ya..nama keluarga nya haryanto..aduh jangan2 gw masih ada sodara ...kalo ada hubungan sodara kan bisa aja dapet diskon. (Hallah udah makan di bayarin SonSki aja masih minta diskon..btw. thanks SonSki..sering2 ya hehe).
Gile ya..nama gw pasaran pisan..saat nya gw bikin partai haryanto kali ya...

Banci GFE

TONJOKKAN GFE
"Jadi begini doang GFE, gak ada apa-apanya?", kata gw.. (plak plak..ditabok)

Haha..kesongong-an gw meningkat drastis. Ke-lebay-an gw (yg emg udah mendarah daging jg kmbali mendidih layaknya semangat patriotis angkatan-45). Begitulah kurang lebih ekspresi gak ikhlas gw, gara-gara harus mati-matian belajar Personnel, Finance, QHSE, Marketing, dan Management belum ditambah Ngerjain project bbrapa bulan, nyelesain training sa-kumplit2-nya hanya demi keliatan layak jd future manager (bahasa gaulnya visible) di depan manager-manager dan president kumpeni gw, yang konon international kumpeni itu. Dan semua jerih payah itu (haha kapan terakhir kali gw bilang jerih payah ya) berakhir dalam satu hari. Dari pagi ampe siang, interview ke tiap manager2 dan sorenya di akhiri am presentasi project (ampe gw gak smpet makan siang), dan tiba-tiba berakhir gitu aj. Dan gw lulus (mirip kayak ujian oral kompre, diakhiri sidang dalam waktu seharian penuh jaman kuliah).
"GFE gak ada apa-apa nya, kecil!", kata gw ke temen gw. (plak-plak langsung ditabok)..itu ama temen gw yang emang anti sama GFE. Haha...

Socialite Elite Future GFEski
Tadi malam langsung gw kabari berita lebay itu ke genk pendosa, supporter ceria gw selama eneg2nya GFE. Mereka mengelilingi gw, karena di iming2i.."tonight expense on me!"..haha..tapi sebagai timbal balik, mereka harus ngedengerin ocehan "gak ikhlas" gw soal GFE proses (proses promosi dari calon-budak menjadi budak-beneran kumpeni gw).
Berhubung SonSki dan GorSki harus menghadiri undangan club gym mereka. Gaya betul mereka. Maklum gym mereka emang gym eksmud2 dan high-class (baca: Rasuna Club punya Bakrie Group). Dan konon katanya Salah satu dari mereka menerima penghargaan sebagai Miss Cek-In. Ampun deh bahasa nya keren amat. Miss Cek-In=anggota paling loyal dan paling sering nge-gym. Haha...gw gak tau apakah gw harus ngasih selamat atau kagak. Abis bahasanya aneh pisan, Miss Cek-In. Aniwe hidup sehat itu bagus. Daripada gw, klo nge-gym niatnya cuma numpang mandi doank hehe. Karena kost2an gw gak ada pancuran nya (apa tuh..shower ya namanya, dan air nya hangat2 kuku, karena hangatnya jakarta, bikin abis mandi tetep keringetan), gak kayak di tempat gym, yang ada panas, dingin (kyak kopi aj haha), bikin seger kalo mandi di situ..haha..norak ya gw.

Cafe Au lait Ski Tempat Nongkrong Live Music di Jakarta
Gara-gara GorSki, SonSki lg jd socialite, si MiauwSki g tau dmana (ktanya ada quickDate ama Om-om langganan dia), mereka bertiga bakalan nyusul. Si Geekski jadi korban. Dia harus nemenin gw duluan, karena gw laper, akibat seharian belum makan. Dan Si GeekSki sendiri emang selalu lapar (si Geekski struggling karena harus behave sama makanan sebentar lagi, pacarnya yang proffessorwati itu bakal balik dari Norway..cocok emang geek ketmu pacar jg professorwati...Tuhan memang maha adil).
Jadilah gw berdua brangkat duluan ke Cafe Au lait, pake taxi. "Geek gw accountable..lo harus paek Seatbealt meskpun di taxi", kata gw (plak plak di tabok). Yah..maklum abis GFE..masih kental QHSE brainwash nya.





Yang lain pada nyusul sejam kemudian (tentunya dengan si Bleki; baca BMW)... hahaha, gw g tau, kok bisa gw masuk ke golongan socialite ber-BMW tajirun munafikun itu..mungkin karena gw munafikun jg kali ya).
Si GeekSki yang awalnya tau tempat itu. Cafe au lait di daerah cikini. Kata dia, tu tempat ramah geek lingkungan. Free Wi-Fi dan ada Live Music.
-Band2 indie and soon to be popular (ini sok tau gw).
-Konon dewa budjana itu nongkrong dan sering manggung di situ.
-Kata si Geekski biasanya anak-anak IKJ institut kesenian jakarta itu yang ngisi front stage unplugged nya di Cafe au lait.
-Konon disitu pula syuting AADC (ada apa dengan cinta) pas adegan kencan rangga sama cinta...hallah meneketehe...
Tadi malam nama band yg main SKETSA. Jazz accoustic. Meski gw ga kenal mereka, cuma lagu-nya Alexa doang yg gw mampu kenali, tapi Accoustic Gitar (non-vocal) performance-nya keren abez (secara gw emg gak bisa main gitar), pdhal mereka msh sangat belia..gw tebak mereka musisi2 masa depan hahaha...



Ya setidaknya smua orang (kecuali gw am si GeekSki yang sibuk menyumpah serapahi betapa perusahaan gw itu menyebalkan, tapi stelah bertaun2 tetep aja kita kerja di sana, baca: kita berdua emang munafikunna sejati...munafikunna=dua munafik (aturan bahasa arab ala gw)).
Semua orang pada super antusias dan appreciate dgn tepuk tangan, dan foto2 (ini mah orang indo dimana2 jg foto2), dan ngasih tip buat musisi2nya gak tanggung2. Penuh dah tu tip box.

Akhirnya selang sejam kemudian, datang pula tuh gerombolan tanteu-tanteuski. Somehow, saking gw udah kecapean mengutuk2 GFE sama si GeekSki, selama sejam, pas tanteu-tanteuSki itu datang, gw udah gak bisa ngomong, kecuali untuk bbrapa lebay yang emang layak di acungi jempol. haha..(plak plak ditabok) ama tenteu-tanteuski.

Perempatan ber Banci GFE
Feel that night was still young. Buat mereka the ski2clubpendosa (catat!! karena ada unsur expense all night on me itu pula sebenarnya), pdhal mata gw udah kiyep2. setelah bbrapa hari kurang tidur, dan di otak gw masih terngiang-ngiang (Revenue, IBT, Market Share, SLP3, COR, blablabla...). Dari Cikini ngabur ke Kelapa Gading. Gak tanggung2 kan jauhnya..sumpeh emang... Nyari NAV kareoke.
Dan berkali-kali otak gw yg lagi freeze setengah hang itu bilang.."kita ngelewatin rumah LiWi ya" (plak plak di tabok) karena rumah Liwi dimana, kita dimana pula ndak jelas. Mereka udah kesel denger gw ngoceh gak karuan, jelas-jelas udah diterangin kalo daerah situ emang mirip2 lingkungannya. Abis gw jg de-ja-vu karena tiap nemu perempatan pacar-nya si MiauwSki nelpon. (Ampir tiap 5 menit, mungkin tuh orang pake automatic redial every 5 minutes, gw sumpah harus tau gimana caranya automatic redial..ada gak sih automatic redial?!).

Persis setelah si GeekSki nunjukkin jajahan dia di sekitar rawamangun, soal hotel dan tempat bilyar berPecun tempat wisatawan arab melepaskan ke-Arab an nya, kita ngelewatin lampu merah ber-banci. "kocrek..kocrek..gope donk"....lampu merah berasa lama, takut BMW di garuk am tu kocrekan...Si SonSki terpaksa ngeluarin Gope (karena emang banci itu mintanya Gope..jaman pak Ogah dulu cepe kali ya...gope=the new cepe).
Pas SonSki ngeluarin Gope, bancinya bilang "Arghh keluar juga..duh cantiknya kayak Siti KDI", pake suara melengking tapi fals ala banci (emang banci), bikin si NdutSki mengkerut, dan si MauwSki mengerang-ngerang (ketakutan), aiih bahasa gw bersastra. haha..

Banci Karoke
Walhasil, setelah jauh-jauh ternyata semua karoke NAV pada penuh.
"Ada yang kosong tapi nunggu 20 menit", kata gw setelah disuruh nge-cek salah satu NAV situ. Sabotase tuh ski-ski semua emang, jelas2 gw yg mo ntraktir, gw pula yang disuruh nge-cek2, pdhal badan gw udah stengah pingsan.
Semua serempak "oh..baguslah, gak papa 20 menit, kita tunggu, jauh2 ke kelapa gading, udah lu booking kan?", kata mereka.
"Kagak", kata gw (plak plak di tabok). Gw pikir 20 menit itu lama...dan mereka gak akan mau nunggu...20 menit adalah durasi presentasi project GFE gw...project yg gw kerjain berbulan2...itu lama...dan pasti mereka gak mau nunggu selama itu...hahaha...ternyata gw salah...dan secara tadi ngantri, udah diambil ama orang lain tuh yang 20 menit.
Di NAV berikutnya juga penuh, ya iyalah jumat malem gitu. Pasti penuh.
"Tuh-tuh ada happy pappy, gw jalan ke situ aj, kita cobain Happy pappy, kali aja ada yg kosong", kata gw.
gw jalan, diikuti dua Ski dan dua-ski yang lain ngambil mobil. Pas nyampe ternyata bukan Happy Pappy tapi Photocopy Snappy. (Plak plak di tabok lg gw). "Abis design Snappy nya mirip Happy dari kejauhan ...meneketehe ya....", kata gw (plak plak ditabok).
Hahahaha...tapi berhubung tu malam, malam milik gw, mereka terima-terima aja sekian aksi kebodohan gw. Kata mereka, itu sindrome GFE, sebagian kesadaran menghilang, kadar normal mental menipis. a.k.a mendekati gila. membuat mereka semakin anti GFE.

Kesimpulan GFE=Banci
Akhirnya, dari Kelapa Gading, ngabur ke Roti Bakar Edi di deket Al Azhar situ. Makan indomie, roti bakar, pisang bakar, sate padang, dan batagor (kombinasi yg aneh)....Ampuun dah..jauh2 ke Kelapa gading cuma ngabisin bengsin aja, ujung2nya balik lagi ke selatan....Untung SonSki yang nyetir. Canggih dia. Padahal ada dua cowok disitu. Tapi sumpeh, gak ada yang gentle, nawarin gentian nyetir...hahaha...tengkyu ya Ski..sorry smalam gw nge-hang abez. Si NdutSki juga tuh gak berani nyetir BMW.
Akhirnya, setelah membuktikan bahwa banci aja udah pada keluar di taman lawang, kita sadar dan mau nerima kalo malam udah berubah pagi. Gak malu kalo pulang ke rumah.
Split. Dan bubar.
Nyampe rumah gw langsung tepar. Ketemu Manager-manager yang nginterview gw pas GFE, pada pake baju cewek, jadi banci-banci yang mangkal di Taman Lawang. Ooh..cuma mimpi...
Pagi-pagi kebangun, thanks God for the dream...now, I know how to smile after GFE...

June 17, 2009

Another Hop

I'm not gonna moan; I promise that last night. But still, this is the time that I'm gonna change something. As of today, I'm moving back to Jakarta. And no matter what is gonna happen in next two days, I'm still gonna be a different person. Either accomplish it or fail. Not sure, but I try to think positive. Or even not to think at all about what will happen if I fail. I don't ever allow myself to be pessimistic, that's a weakness. We should always look forward. There are so many things to come. Good and bad. Here I'am; coming.


[thanks Kalimantan, I finally wrap up all my businesses here, everything are pretty much done, good job Team!!]



Tempat yang lagi happening di Balikpapan. Namanya D'Beach House. Konon mirip Segara di Ancol (gw blm pernah ke Segara). Cozy di pinggir pantai. Di bawah pohon2. Sayangnya baru buka bbrapa minggu yg lalu, gw cuma sempet nyoba sekali. Makananya standar aj sih. Cuma tempatnya ok.

June 12, 2009

Until Next Time



(pojokan tmpt duduk gw dan spot nonton tv di kbc#23)

Nggak kerasa udah setaun aja. Bener, setaun lewat sudah projek gw di balikpapan, dan bakalan berakhir bulan ini. Yang berarti gw bakalan balik ke Jakarta. Kalo di tanya gw bakalan ngapain di Jakarta berikutnya? Jujur gw gak tau, karena bisnis di Jakarta jg udah ada yg ngurusin, alias udah cukup orang. Sementara di Balikpapan, jg bakalan ada orang baru (yang pengalamannya 4 kali lipat dari gw) dan jelas gw gak lagi di butuhin di sini. Manager gw di Jakarta jg gak ngenjanjiin apa-apa. Pertanyaannya bukan hanya gw mau ngerjain apa ntar di Jakarta, tapi bahkan duduk di mana, report ke siapa jg gak tau.

Gimana dengan manager gw di Balikpapan? Mmm…habis manis sepah di buang (hihi..sok iye kalo gw manis aja). Sekarang giliran gak di butuhin lagi, di tendang langsung ke Jakarta pake gaya kameha-meha ..nggak pake aba-aba apapun. Padahal dulu lg butuh disanjung-sanjung supaya bisa di Balikpapan ampe project selesai, sekarang giliran target dan objektif kecapai, boro-boro appreciation? Lupain aja...ucapan makasih aja mana inget dia. Dipikir-pikir nasib gw, nggak lebih buruk dari jelangkung ya, datang tak di antar, pulang tak dijemput…haha...

Tapi ya begitulah budaya di perusahaan ini. Formalitas-formalitas kemanusiaan dihilangkan, bahkan sekedar ucapan makasih sekalipun, dengan alasan, prioritizing business, nggak ada waktu dan sibuk untuk tegur sapa, ngebikin sebagian yang kerja di sini, lama-lama kehilangan sisi kemanusiaan, berubah jadi robot dengan satu objektif peranti lunak yaitu revenue….yah, gw jg kurang lebih seperti itu…

Nggak semuanya robot sih, ada beberapa yang masih ingat gimana caranya jadi manusia, ada yang belum jadi robot, yang masih sempat ngobrol hal lain selain kerjaan, yang masih sempat ngerjain hal lain ...gw belajar dari mereka, salut karena dengan tuntutan kerjaan yang seperti itu, masih bisa mempertahankan sisi manusiawi nya. Hehe…kok kesannya kayak berlebihan ya…anyway, please jangan berubah menjadi robot-robot itu……nice to know you all, good luck to all of you…dunia ini kecil, tentu suatu saat kalo panjang umur juga pasti ketemu lagi…

Ya..terutama buat teman kerja gw, yang kadang ngantuk-ngantuk kalo abis makan siang, gw gak akan lupain aksi pake kacamata item lu di depan monitor (hanya gara-gara gak tau gimana nge-reduce contrast & brightness monitor baru). Gw masih punya rekaman lu lagi ngantuk (masih ada di handphone gw). Thanks udah dengerin ini itu dan ocehan gak jelas gw seharian selama setaun kamren,,, dan sorry kalo gw ngajarin ini itu nya kadang kurang "layak", udah (sering) minjemin gw duit klo akhir bulan, ngebantuin gw bikin best practise, ngambil alih kerjaan di saat-saat genting ge-ef-e..gilee...jasa lo tak tergantikan...thanks Mam...have fun in France...semoga kepergian gw ngebawa kembali ketenangan lo ...haha...and good luck with the Smell-like-jacob boss...lo harus belajar fight...take care...




(ini photo2 di mobil temen gw,..haha.. so kinky.. pas gw lagi error abis di tendang kiri-kanan ama manager2 itu di minggu kontrol GFE..haha...topi lo keren juga....nyesel gw pake minta ijin minta...malahan kagak dikasih..harusnya gw embat aj lgsng..kacamata item minus lo bikin pusing..abis itu turun dari mobil gw kliyengan)

Until next time balikpapan...

June 4, 2009

Seikat Kunci Leher



Handphone tiba-tiba bunyi, incoming call dari +62-21… oh pasti ini nomer dari jakarta bukan nomer lokal sini.
…..
Imah, “Udah saya cek rekeningnya, sudah masuk Pak, makasih banyak, kami doakan semoga Bapak senantiasa di karuniai kesehatan dan rejeki yang barokah”
Pak Monyet, “Amin, sama-sama Imah, sampaikan maaf sama anak-anak saya, karena belum sempet bertatap muka”.
Imah, “Baik Pak, nanti saya sampaikan”.
Pak Monyet, “Terima kasih”.
Imah, “Pak jangan dulu ditutup telponnya, saya sekali lagi mau menawarkan supaya bapak jadi anggota komunitas kami saja, komunitas MONYONYET, supaya anggota lain semakin termotivasi”
Pak Monyet, “Tapi Imah, seperti yang kamu tau, untuk sekarang domisili saya jauh, karena kerjaan saya disini, di tengah2 hutan, saya takut tidak bisa bertanggung jawab kalo saya jadi anggota, amanah anggota itu juga tinggi lo, setinggi amanah pemimpin”
Imah, “Hehe..Bapak ini ada2 saja, keanggotaan kita bersifat sukarela kok, kalo bapak emang tidak berkenan juga gak papa, tapi menurut saya, Bapak sudah sangat layak jadi anggota, karena anak-anak asuh Bapak sudah banyak, Bapak sudah lebih dari bertanggung jawab dibandingkan yang lain”.
Pak Monyet, “Ah kamu bisa saja membanding2kan saya dengan yang lain, malu saya, memang persyaratannya untuk jadi anggota apa?”
Imah, “Bapak ini ada2 saja, kan voluntary, jadi tidak ada persyaratan, asalkan manusia aja sudah cukup” (terdengar bercanda)
Pak Monyet, “Wah itu persyaratan yang berat” (nada kecewa)
Imah, “Kok bisa?” (nada heran)
Pak Monyet, “Saya jauh dari layak disebut manusia” (nada kecewa)
Imah, “Maksudnya Pak?” (bingung)
Pak Monyet, “Saya masih belajar jadi manusia, rupa saya memang seperti manusia, dan dibilang kalo saya masuk kelompok hewan yang berpikir, tapi saya sendiri nggak yakin kalo saya sudah berpikir selayaknya manusia” (nada serius)
Imah, “Mm…bapak betul” (tiba-tiba ikutan serius)
Pak Monyet, “Menjadi manusia itu berat Imah, saya masih belajar, belajar mencapai fitrah manusia”
Imah, “Mm..kalo bapak saja merasa belum jadi manusia, apalagi saya, tapi saya insya Allah belajar jadi manusia juga Pak, kalo begitu persyaratan anggotanya saya turunkan, terbuka buat manusia juga buat yang belajar jadi manusia..tentunya seiring dengan nama komunitas sosial kami, komunitas MONYONYET”.
Pak Monyet, “Baik kalo begitu, saya akan coba belajar jadi anggota yang bertanggung jawab”.
Imah, “Baik Pak, makasih banyak, sekiranya Bapak ke Jakarta, tolong kabari saya, banyak anggota lain yang ingin bertemu dan berdiskusi kembali dengan Bapak”
Pak Monyet, “Apakah mereka sudah jadi manusia?”
Imah, “Haha…belum pak, masih monyet semua kok, sama seperti bapak”.
Pak Monyet, “Baiklah, salam buat semua monyet-monyet itu”
Imah, “Haha…baiklah pak, nanti saya sampaikan, terima kasih”.

June 1, 2009

Share and Fun

Yang gw inget, kalo yang namanya belajar sambil main emang selalu fun. Begitu juga pas acara kemaren di Kinasih Bogor. Tema-nya sih lingkungan, tapi juga ngajak kreatif anak-anak SMP. Ya..kali ini gw nge-handle anak2 SMP...yang cenderung udah brondong, agak sedikit pemalu dengan "hey-I'm an adult, don't treat me like a child" attitude. gampang2 susah..
One of the game in that charity event was called TANGLED CIRCLE

This one called DRAGON RACE

while this one called REVERSE STEP

Yang ini yang paling fun, tembak2an ala JAMES Bond pake pistol air. THE TASK was to keep save a prince or princess using fake hydro gun. Fun!!

Re-loading the gun (with water of course)
Actually, there were so many other games, we share..we learn..and we have fun..
(selalu at the end, gw ngerasa..pengen balik lagi ke masa kecil hehe..)

May 27, 2009

Blue Name for True Blue Blood


Argh..urusan biru-biruan ini lama-lama emang bikin gw semakin gak jelas (karena pd dasarnya emang udah ga jelas). Okelah, perusahaan gw emang identik dengan warna biru (bukan parpol atau logo capres mana pun), tapi yang jelas mereka yang maniak (abezz), cinta mati berbakti di perusahaan gw (yg kerja ampe malam, dan weekn jg kerja) disebut berdarah biru. Darah biru bukan berarti ningrat (justru kuli), tapi simply just to say..biru adalah perusahaan gw banget.

Sampe-sampe temen gw, saking cinta matinya ama ni perusahaan, alias darah biru banget, dia menyebut namanya sendiri DnM which means Drilling and Measurement..hehe..kebetulan kali ya..piss...

Ada kasus parah juga, temen gw gara-gara saking cinta matinya ama ni perusahaan, darah biru ampe ke ubun2 abez ...dua kali anaknya lahir..dia selalu pas lagi ada di Rig...entah karena emang dia sok2an kreatif dan pengen mengenang kerjaan dia di rig dan mempertahankan keturunan biru nya...alias saking cinta matinya ama ni perusahaan atau saking kesel dan desperado-nya gak dapet cuti pas anak lahir..(ampe mendekati gila)..anaknya dinamain pas emang kejadian apa di rig nya...blue name for true blue blood...

Anak pertama ..cewek...namanya Septi Falvi...kalo orang awam pasti nganggap itu keren sih...xixi....itu gara-garanya pas ada berita anaknya lahir dia lagi ngurusin safety valve...tuh deket kan Septi Falvi=safety valve..aiih..

Anak kedua...cowok ..ni dia idam2in banget...namanya Wely Chervi...gara-gara pas lagi itu dia ada kerjaan di Well Services..deket kan Wely Chervi=Well Services..ampun dah..

Nah dia lagi sekarang bingung..anak yang ke-3 menurut USG adalah kembar, udah mo lahir..dan kebetulan dia lagi mo ngejob Dual Packer...entah emang nasib apa gimana (kok bisa ya)...dia lagi mikir Dual Packer di samarinnya jadi apa...Dwi Peki atau apa...hahahaha...

Jadi inget ..gw sendiri pernah nyaranin anaknya temen gw dinamain Gama Rey ..xixi...
aiihhh..ini nih kalo kebanyakan di cuci otak ama QHSE-2 Training...

PS. Dari Percapakan di JMC menuju kantor jam 8 malam (masih harus bikin O/I=Observation Intervention report sebanyak 4 biji) setelah seharian dijejali biru-biru QHSE, ambrol sudah kepala ini isinya biru-biru

May 22, 2009

Cheese Cake and Friends

Glad finally i have chance to be in jakarta again, even just for few days. Weird.. this time, I don't feel really excited being in jakarta. Not that Balikpapan now becomes sort of 2nd home, or jakarta is 1st home, i don't know. The truth is suck having my stuff scattered in so many places. After 1 year back and forth to balikpapan, i start to confuse finding that I dont fit no where.

I have new friends but I feel like I also lost some of my old friends. I know, I can't be in two different places and catching up with everyone at the same time. But they used to be around a lot, and i kinda miss it...and now it seems that everybody busy catching up with lot of thing (yea..i know, i've been going for too long).




The good thing, some of my friends are still there. At least, some of them. They don't really treat me as a stranger like many others did. It makes me feel a bit fit here.
Mungkin karena hobi kita masih nyambung; makan-nongkrong-dan mengumpat-ngumpat soal kerjaan. Ya..ya ..ya..ujung2nya emang ngumpat2 soal kerjaan .. how sucks and unfair life is. which i believe many people do have this kind of thing anyway. Please don't think we do not grateful for whatever we have right now, we just like to talk about those shitty part of our day, just talk..nothin more than that..

At the end of the day, cheese cake with coffee or chocolate in rainy afternoon was a perfect combination.

Maybe this is just a way of life should be. People come and go writing each other story. I just don't ready yet to be part of their history, but now I need to get used to it. Catching up with friends. Before those friends turn to be a total stranger..or I become a total stranger for them..whichever?! don't like that.



SISA PARAGRAF SELANJUTNYA

May 17, 2009

Me and TV

Gw inget banget dengen temen gw yang nyindir kalo gw adalah korban TV. Dia dengan seribu satu prestasi filsafatnya, tau hampir semua kutipan teori devine philosophy (filsafat ke-Tuhan-an). Salut!! Karena gw belum mampu ngedorong potensi yang ada di diri gw untuk memahami itu semua.
Tapi somehow, ketika seseorang dengan keluasan pengetahuannya meng-hitam-putih-kan orang lain, dengan kata-kata "lu generasi MTV, korban TV" dengan gaya menyindir dan menatap gw aneh. Hanya gara-gara gw dteng ke JavaJazz (gile..bukan gw doang kali yang datang ke JavaJazz..banyak juga orang lain hehe emang gak boleh kalo gw belajar ngaji tapi jg dtang ke JavaJazz hallah..)... sontak, kagum gw ke dia seolah-olah pudar (menjelaskan betapa emang gw shallow banget hehe).. Tapi gw tetep menghormati dia dengan segala kelebihannya (yang mampu bikin gw keliatan super bodoh karena gak ngerti apa yang dia omongin, dan gw gak mau keliatan lebih bodoh dengan komentar yang mungkin gak nyambung dengan dunia dia..hehe).

Bagi gw, hidup adalah pilihan. Dan menghormati pilihan orang lainlah yang harus kita lakukan, bukan men-judge atau men-stereotype kan orang lain, seolah-olah diri kita sendiri lebih baik, karena somehow kita gak akan pernah tau tentang orang lain, dan gak pernah berhak menjudge buruk apa yang dilakukan orang lain. At the end of the day, gw jg belajar dari dia.

Tapi gw emang tukang nonton TV (klo ada waktu, klo ga sibuk). Dia juga gak salah-salah amat ngomong klo gw korban TV. Di era sekarang, gak semua tontonan TV berimpact negative (menurut gw).

Contohnya, gw suka liat Bear Grylls di Man vs Wild Discovery Channel sejak tau klo dia itu emang professional sebagai adventurer dan dibalik semua itu, dia juga motivator yg canggih, gw jd makin tertarik ngikutin acara nya...nih gw ngutip kata-kata dia (which is good..i think)



"The difference between ordinary and extra-ordinary is so often just simply that little word - extra. And for me, I had always grown up with the belief that if someone succeeds it is because they are brilliant or talented or just better than me…and the more of these words I heard the smaller I always felt! But the truth is often very different…and for me to learn that ordinary me can achieve something extra-ordinary by giving that little bit extra, when everyone else gives up, meant the world to me and I really clung to it…"

See..gak semuanya acara TV itu ber-impact negative my friend!! Gw jadi sedikit belajar filosofi dari Bear Grylls gara-gara nonton TV (blognya jg menarik ternyata). Mungkin gak sehebat hapalan lo tentang Sartre, Socrates, Arsitoteles, Ibnu Farabi, atau Mula Sadra...(gw belajar dikit-dikit deh biar suatu saat gw bisa nyambung kalo ngobrol am lo). Dan satu hal, gw sanksi kalo dia sama sekali gak pernah nonton TV..hehe Naive banget ..btw.kok gw seolah2 marah2 sih am tmen gw...hadduh..bukan marah ya..gw sedikit kecewa aja, dengan kualitas dan hapalan lo yang setinggi itu, gw berharap lo lebih arif dan memperlakukan orang lebih wise, bukan malah sebaliknya..Apa jadinya kalo alim ulama hanya bisa ngomong buat santri-nya saja, tapi gak bisa menyentuh orang-orang liar kyk gwa...argh mungkin gwnya jg yang terlalu berharap banyak dari dia hehe...

For the fun fart (maksudnya) part...hehe..gw juga baru-baru ini nonton Eli Stone..
simply karena emang filmnya tentang kehidupan, tokohnya juga canggih gara-gara sakit aneurisme dia suka punya firasat2 tentang masa depan (kayak gw haha)... dan nama tokohnya mirip ama nama gw (itu yg paling penting; dan itu pula yang bikin buat pertama kali gw pengen tau itu serial TV).

Back to reality...time to create something...(for my friend outhere..piece ya..klo lo jg gak nonton TV..gw gak tau lo jg ngerti ttg blog ap gak hehe)

May 7, 2009

Making history is difficult, and make friend also not always easy




Masih inget aja dulu ketika ditanya, apa cita-cita? Ingin jadi dokter. hehe..Nampak itu tidak mungkin lagi, karena toh sekarang sudah ada di balik meja bukan sebagai dokter. Tapi sejalan ama semakin berkembangnya isi kepala, lantas gw juga gak mau ngebatasin cita-cita hidup gw sebatas profesi. Lanjut apa dong cita-cita gw? ya, simple aj: "jadi manusia berguna", dalam porsi gw. Gak usah neko-neko dalam konteks apa atau lingkup seperti apa, hehe...karena hidup sendiri gak akan pernah mendadak meluas atau menyempit kalo kita nggak bikin sendiri itu batasan. Karena hidup itu pilihan (diluar takdir tentunya), ya setiap saat kita memilih, dan gw memutuskan cita-cita gw untuk "jadi manusia berguna", harusnya di embel-embel-i dengan "dan bertanggung jawab", tapi kok ya susah menanggung kata2 itu...ya pelan2 kali ya.
Nah ngomong2 soal bikin sesuatu yang berguna, seneng banget, pas di ajak temen bergelandang sedikit dengan segala keterbatasan gw (waktu, dan tenaga atau materi), dan akhirnya gw bisa sedikit ngelakuin hal yang berguna. Jujur, gw salut ama temen2 baru gw ini (thanks but Fee yang udah ngajak gw ke komunitas ini), komunitas bRantai. Gw bisa sedikit memberi-merah apa yang sudah merah putih dalam warna pelangi nya (hehe..bahasanya mulai ngaco), tapi yg jelas, kembali gw sedikit bisa menegakkan bendera cita-cita gw..dan plus side-nya tentu temen jadi nambah banyak...bahkan gw tiba2 ketemu temen yang dulu hilang. Padahal dulu pernah naik gunung gede-pangrango, bahkan salak ama dia..dan somehow tiba2 nongol dia di bRantai :) ternyata orang baik emang selalu bertemu lagi ama orang baik.

Yang kita lakuin sebenarnya sederhana; mengajak bermain, makan bersama, belajar bersama mengenal alam, bersama anak-anak yang sekolahnya di kaki gunung yang tanpa orang-orang seperti bRantai, disana tidak pernah ada sekolah, mereka tidak pernah punya seragam sekolah, mereka tidak pernah merasa perlu sekolah, mereka tidak tau sekolah..




Seperti layaknya di LaTahzan, komunitas bRantai juga dipentolin sama orang2 ajaib (positif ya maksudnya). Orang-orang yang sibuk tapi ngerasa kurang sibuk (hehe...). Atau boleh dibilang, orang-orang yang sangat berdedikasi dalam pembelaan rakyat kecil. Orang-orang baik yang seperti ini lah yang harus di jadikan teman :)
Argh..tak henti-hentinya gw cuma bisa bersyukur, dan berdoa semoga orang-orang seperti ini tetap sehat, sedemikian apa yang mereka rencanakan dapat terlaksana. karena gw tau apa yang mereka rencanakan terlampau sayang untuk tidak tercapai. Karena mereka punya cita-cita yang tinggi, cita-cita yang luhur.


05May2009 is my day

I would like to remember this big day. The day when Allah gave me a clear mind, blessed me with a tremendous barokah after a quite long search and thinking. Syukron, Alhamdulillah. Allah has led me on my first "invention". I'm not a scientist, not a researcher, not even an engineer. At least glad that realizing my mind still can "think" clearly. Should I patentized it? I even have no clue on patent stuff. If any people in R&D could do sponsorship on this "new thing", it would be great. I'm so happy, let share this happiness with me by saying "alhamdulillah" for what Allah had been given to all of us ..all the time..including now.

Sleep All Day


On a lazy day, I could just stay till noon with those sheet (that night I sleep on a sofa outside on a balcony-like 2nd floor of my place, that was the hottest night ever!!) hot in literal meaning of course... The night when i really should have a nice sleep (since sleep was the only fair stuff to do after a long week without proper sleep hour), the same time jakarta was terribly hot...
The next day, a friend of mine stayed at those Maerrot Hotel (the hotel which took all view from my place..see the pic) I bet she could see me from her room..totally different destiny!! One got a comfy bed with nice linen sheet, not to mention hot and cold option air conditioner..while I got only stinky hard sofa and hot air (real air)..haha..I got the sky full of star view though :)

Mata Hati Telinga



MaliQ&D'Essentials has a new album. It is a good album project. No idea about its genre, somewhere between pop to jazz. Who care, friends of mine love this album. She wanted it for her birthday gift. Yes...we got it. Happy birthday Pal. Hope whenever you listen to this music, you remember us. And by accident I bought this album also, imported from Bandung (this one without T-shirt).

April 15, 2009

Monolog Tanpa Tanda Tanya


Terlalu banyak hal di kepala gw yang bikin gw pusing. Please, jangan tanya kenapa atau gara-gara apa atau apa pun itu. gw ngelarang lu nanya, bukan karena gw lagi gak mau mikir atau males mikir makanya (please, jangan bilang gw lemot, gw hanya sedikit lambat dalam berpikir..hehe..ya gitulah..) tapi karena hampir pasti kalopun ada yang nanya(ge-er banget), gw bakalan gak tau jawabannya. Gw pernah coba mikir zaman dulu (kala) pas lagi gak kepikiran, tapi dari gak kepikiran malah jadi kepikiran dan mumet dan malah sampe sekarang gak tau jawabannya. Jadi biar gak mumet, biar hemat energi, biar gak cape mikir, gw mo bikin shorcut aja, jangan nanya sekalian. Karena sebenarnya nanya pun ngabisin energi yang gak sedikit. Jadi alih-alih ngebuang-buang energi (apalagi emang energi gw lagi gak banyak) mending kita hemat energi saja, jangan nanya apa-apa.

Kalo ada yang protes gak setuju, boleh-boleh saja tentunya. Gw menjunjung tinggi hak protes, karena gw sendiri paling jago protes. Hampir tiap hari gw protes, bahkan hampir tiap saat gw protes. Hehe, mengeluh juga salah satu bentuk dari protes, jadi kalo emang lu sering ngeluh (atau pernah ngeluh) gw yakin lu juga bakalan setuju ama gw untuk ngediriin club pecinta protes. Kalo lu nggak pernah ngeluh, gw salut tentunya. Tapi gw gak peduli juga, karena kalo pun lu ngediriin club kebal/anti protes, pastinya nih (gw yakin banget) anggota nya bakalan sedikit, jadi club (gw) pecinta protes gak akan ngerasa tersaingin sama sekali. Cuma ya itu aja, protes juga ngabisin energi. Jadi alih-alih ngebuang-buang energi (apalagi kalo protes nya sering) dan gw juga gak yakin kalo protes lu bakalan ngehasilin sesuatu yang lebih (keren), jadi mending jangan protes sekalian.

Kalo lo yakin protes bakalan ngasilin sesuatu yang keren, boleh-boleh saja tentunya. Toh yang mau hemat energi juga gw, jadi lo gak musti ikutan hemat-hemat energi. Silahkan protes, asalkan sekali lagi, protes lu gak hanya ngabisin energi (cuma-cuma) tapi ngasilin sesuatu yang keren, karena gw akuin, gw juga menjungjung tinggi dan mencintai ke-keren-an (hal-hal keren). Meski emang hal-hal keren itu gak gw banget, alias gw gak keren. Makanya gw juga pengen bikin club pecinta ke-keren-an, simple karena gw gak keren dan gw pengen jadi keren. Hallah…jangan ketawa dulu lu. Jangan bilang gw narcist ya.. Baca mbah kakung Wikipedia deh, narcisisme itu harus ada unsure self-image dan ego. Kalo gw murni karena emang gw gak keren dan gw pengen keren, jadi gak ada self-image atau ego, justru gw mengakui kalo gw gak keren. Ah gw tau sekarang, kenapa gw pusing. Karena gw gak keren. Gw pengen keren. Itu yang bikin gw pusing. Pengen keren.

Keren menurut gw:
1. Bisa nyelesain GFE+LMS project by (bbrapa bulan ke depan); ini urusan kerjaan, intinya pengen dapet promosi, naek gaji, bayar pajak makin gede ke Negara, bayar zakat makin banyak
2. Bisa bikin perusahaan gw (di kampung) tetep jalan padahal gara-gara krisis (salahin aja krisis terus!!!) net revenue makin marginal (mendekati nol) alias impas (yang penting pegawai gw bisa makan, punya kerjaan tetap, anak istri mereka bisa makan juga)
3. Bisa ngelanjutin program belajar gw yang tertinggal, ini mulai dari program ko-kurikuler (per-bahasa-an, per-agama-an) sama program formal pengen S2 (meski murni karena pengen dapet gelar doang)
4. Bisa segera men-sakinahkan kelajangan (halah-halah bahasa gw)
5. Bisa ketemu keluarga sesering mungkin, tetep mensupport keluarga, pandai ngebagi waktu libur yang beberapa hari, demi silaturahmi dan demi menyelamatkan naluri manusia sosial pecinta keluarga gw
6. Bisa bla..bla..bla……..hehe….panjang itu list-nya…ada keren jangka panjang, ada keren jangka pendek…hallah lebay.

Gw yakin elo-elo punya kriteria keren yang beda dan mungkin pernah punya monolog tanpa tanda tanya (kyak gw). Gw pikir wajar kita pengen berubah jadi keren. Wajar kita pusing. Asalkan emang tujuannya emang biar kita keren. Hallah ke situ-situ juga..gile berapa kali gw bilang kata karen. Intinya, bagus selama tujuannya pengen keren. Pasang target. Bikin action item (maksudnya apa aja langkah-langkah buat nyampe target). dan tinggal kita jalanin. Karena hanya dengan itu justru arah hidup kita jadi jelas. Jadi kalo ada yang nanya (hehe…hampir lupa, gak boleh nanya). Jadi tujuan hidup gw adalah pengen keren. hidup keren....Huehehehehe….narcist gak tuh….

April 5, 2009

Crocodile Certification


Being a stranger in a new place is pathetic. Terutama setelah menetap 6 bulan lebih di satu tempat tapi temen-temen lu masih bisa diitung jari, itu cukup membuktikan how pathetic I am. Ok-ok, jangan salahkan bawaan gw yang cenderung pendiam, not cool, nerdie..haha tapi salahkan ke-gak-canggihan gw untuk mingle a.k.a antisocial me. Atau klo temen gw bilang; autis akut (baca; ga gaul pisan).
Nah ini dia, kebiasaan di workshop (kantor gw di balikpapan), kalo makan orang kumpul di kantin. Gw jadi inget banget adegan-adegan film "high school" kalo pas makan siang, tiap pojok meja seolah udah ada tanda-nya milik genk siapa, milik club apa. Dan anak baru pasti bingung mo duduk dimana, dan di kasus ini, gw adalah anak baru itu, tak ter-peta-kan di meja mana pun. Apalagi segmen kerja gw yang minoritas cuma 4 kepala dan kdang g makan siang, ngebikin gw bingung harus mingle ke yang mana.
Gw pernah coba satu meja ama Geng finance dengan keceriaan-nya dan joke-joke yang sangat finance-pisan, fantastis!! dengan ke-nggak-ekonomi-an gw, gw jadi autis..cuma bisa nyengir dan ngakak tapi nggak ambil peran apa pun dalam obrolan mereka, selain praktis jadi ngakak-ers alias partisipan.
Pernah juga am genk-cover-all biru; ini oke-lah. Isinya satu meja para teknisi LAB, operator, specialist yang klo ngobrol canggih-sedikit-garink tp gw msh bisa nyambung, tapi masalahnya gw satu-satu-nya yg gak pake cover-all, ngebikin gw serasa jadi turis di meja makan.
Genk manajer. Ugh lupain deh duduk disini, yang ada cuma grogi, jayus, jaim..
Oke-lah gw g usah sebutin terlalu banyak genk..tpi kurng lebih begitulah peta kantin makan siang.

Nah minggu kemaren, tiba-tiba seperti biasa gw lost lagi, gw makan siang agak telat, dan kantin udah terpeta-kan ke-genk-annya, dengan ke-kuatan genk yang gw kurang lebih udah tau. Seperti biasa gw bingung, sampai akhirnya gw nemuin satu meja isinya Cewek-cewek-ABG-ers (gw tebak sih engineers muda ya..seniority bbrpa taun gitu; high motivation punya), dan kebetulan salah satu gw kenal. Akhirnya gw coba join ama mereka..toh niatnya juga cuma quick lunch. Somehow, kaya-nya mereka juga g peduli dengan kedatangan gw, jadi mereka tetep heboh dengan joke dan tipical lunch gossip, seperti:

"...eh lu tau kan kalo hair extension lama-lama bisa tumbuh?", kta salah satu dari mereka.
"Masa sih?!", salah satunya ada yang bingung

(Mana mungkin dalam hati gw, ugh...gw yang oon atau emang teknologi zaman skarang secanggih itu...gw bingung kenapa mereka bisa segitu kebigungannya..rambut kan mati, mana mungkin!!)
Tapi gw tetep pasif g mau nimbrung, cuek lah; just grab a quick lunch..ngapain pula komentar ga penting.
Dan..bla..bla..bla....

Sampai akhirnya pas gw udah mo kelar makan..(mau g mau gw komentar, stelah slama 15 menit lebih jadi kacung congek, akhirnya ada juga topik yang nyambung, mereka ngomongin Quest), awalnya gini:

"..kok bisa si XY deketin lu B...dia kan mantan gw, gak banget deh, dasar cowok", kata si A (klo ga salah), A adalah salah satu dari mereka.
"..eh di sini ada cowok ya...so be careful", kata temen gw, si B, (cuma dia yg gw kenal)..gw cuma nyengir dan pura-pura gak denger.
"..sorry ya Mas..", kata temen gw, si B.
"..biasa aja kali" (kata gw sok iye).
"..Tapi emang dia( cowok-XY) aneh banget, udah tau gw (A) temen deket am lu (B), masa masih ngejar-ngejar lu (B), gile gak sih...pasti dia udah ngambil crocodile certification level 3 di Quest-nya, jadi kayak gini deh", kata si A.

"..Iya, lu berdua (A dan B) kayaknya masih level-1 crocodile certification lu-lu pada, makanya kalah ama dia", kata si C.

Gw mulai bingung..perasaaan tadi ngomongin mantan cowok si A, yang nembak si B, sementara si A dan B temen deket, gilee....nekat juga ni cowok (gw pikir)...tapi kok ada sertifikasi crocodile pula..sejak kapan kerja di delta mahakam harus pake sertifikasi crocodile segala, apa gara-gara delta mahakam rawa-rawa? (pikir gw dalam hati).. mungkin jg sih, soalnya ada sertifikasi malaria. Bisa jadi ada, tapi karena gw kerja di office, jd gw ga tau. Akhirnya gw nimbrung..

"Gw gak diharusin ngambil tuh kayaknya crocodile sertifikasi itu, gak ada di Quest gw", kata gw sok iye.

"Oh ya?!", kata si A, sambil yang lain tiba-tiba ngeliat ke gw, seolah-olah baru nyadar kalo gw sbenarnya duduk bareng mereka, tatapan merka setengah bingung, setengah mengasihani.
"mungkin karena gw office based", kata gw.

Mereka tambah ngeliatin gw sambil senyum, bbrapa bahkan gigle..(tp ga ada yang ketawa). Silent sebentar. Sampai akhirnya gw bingung sendiri.
"What?", kata gw.

"Mas..maksudnya sertifikasi buaya...buaya darat!!", kata temen gw.

Dan gw baru nyadar kalo ke situ nyambung-nya. Dan mereka semua bursting ketawa ngakak abis2an...Left me in pieces...with humiliation...(well basically, I did humiliate myself). Bravo!! What another creep lunch time!! Sigh..

I miss my mak-si CP club in Jakarta. It feels different somehow the joke here..