Showing posts with label Social Event. Show all posts
Showing posts with label Social Event. Show all posts

September 1, 2009

Ramadhan Berbagi bersama LaaTahzan







LaaTahzan bagi gw udah kayak keluarga kedua. Meski emang secara wujud adalah wadah pengajian. Tapi kekeluargaan di LaaTahzan (bagi gw) ngelebihin batas sekedar wadah pengajian. Komunitas yang hampir semuanya anak-anak perantauan jakarta, menyatu karena persamaan kebutuhan, kebutuhan akan ilmu; lebih tepatnya mengkaji Al Quran. Di bawah asuhan Ustad Muhammad Rusli Malik, dan Ibu Hetty Rusli, anak-anak LaaTahzan seolah menemukan rumah kedua di perantauan. Selain mesjid departemen koperasi, tempat kita mengkaji Al Quran saban minggunya, Rumah ustad Rusli, di Limus Pratama Bekasi, seolah menjadi rumah bersama kami, rumah kedua kami.
Bukan hal aneh lagi, kalo Rumah Ustad Rusli lama-lama seolah jadi base camp tempat aktivitas LaaTahzan. Alhamdulillah, komunitas LaaTahzan dalam usianya yang relatif muda, sudah mampu bertransformasi untuk menjadi lebih dari sekedar komunitas belajar Al Quran tapi juga komunitas berkarya dan berbagi. Sesuai dengan slogan kami Belajar – Berkarya – Berbagi.





Dalam setaun acara rutin seperti pengelolaan hewan qurban berikut pembagiannya, program anak-asuh, distribusi sembako, mabit, sampai dengan rekreasi bersama setidaknya berjalan satu kali. Tempat Pembuangan Sampah Bantar Gebang, menjadi salah satu fokus perhatian kita. Dimana perbaikan melalui pendidikan adalah misi kita, sedemikian anak-anak putus sekolah atau anak-anak usia wajib sekolah di daerah ini sebisa mungkin kami bantu, meskipun masih secara berkala (setidaknya dua kali dalam setaun; idul adha dan ramadhan). Anak-anak pemulung ini sebisa mungkin harus tetep mengenyam pendidikan, jika kita menginginkan perubahan atau perbaikan agar tidak lagi menjadi pemulung seperti orang tua mereka. Kita sadar, bahwa itu bergantung ke motivasi mereka sendiri. Oleh karena itu, sebisa mungkin LaaTahzan tetep fokus seolah menjadi kakak pembina bagi mereka seiring berjalannya waktu.
Terasa berat ketika setaun lalu harus jauh dari elte (LT; begitu kita biasa panggil, kependekan dari Laa Tahzan), gara-gara harus tugas di balikpapan. Makanya cita-cita banget nih pengen bikin komunitas LaaTahzan jarak jauh. Rekaman-rekaman pengajian di podcast atau di rapidshare melalui dunia maya, biar jangkauan ceramah-ceramah Ustad Rusli Malik semakin luas. Mudah-mudahan ini cita-cita terlaksana, karena dengan ini insya Allah dakwah bisa menembus ruang dan waktu. (personally, ini bakalan ngebantu obat rindu sama elte).
Alhamdulillah, untuk Ramadhan tahun ini hari sabtu tanggal 29 Agustus 2009, acara buka bersama yang kembali melibatkan anak-anak bantar gebang, berikut bagi-bagi sembako dan bingkisan lebaran telah selesai. Salut sekali lagi buat teman-teman yang udah cekatan nge-goal in ini acara, di sela kesibukan kantor dan letihnya puasa. Tahun ini, buka bersama kemarin pun, tak hanya ajang berkarya tapi juga bersilaturahmi bagi keluarga besar elte. Cukup komplit wajah elte kemarin. LaaTahzan junior ternyata udah banyak. Hehe...Selamat buat elte...sukses nih untuk Sahur on the Road tanggal 5 September 2009 besok..(aku absen).



(beberapa gambar di comot dari hasil jepretan Mas Dhani-nya Ka Intan..siapakah beliau? hehe..)

June 1, 2009

Share and Fun

Yang gw inget, kalo yang namanya belajar sambil main emang selalu fun. Begitu juga pas acara kemaren di Kinasih Bogor. Tema-nya sih lingkungan, tapi juga ngajak kreatif anak-anak SMP. Ya..kali ini gw nge-handle anak2 SMP...yang cenderung udah brondong, agak sedikit pemalu dengan "hey-I'm an adult, don't treat me like a child" attitude. gampang2 susah..
One of the game in that charity event was called TANGLED CIRCLE

This one called DRAGON RACE

while this one called REVERSE STEP

Yang ini yang paling fun, tembak2an ala JAMES Bond pake pistol air. THE TASK was to keep save a prince or princess using fake hydro gun. Fun!!

Re-loading the gun (with water of course)
Actually, there were so many other games, we share..we learn..and we have fun..
(selalu at the end, gw ngerasa..pengen balik lagi ke masa kecil hehe..)

May 7, 2009

Making history is difficult, and make friend also not always easy




Masih inget aja dulu ketika ditanya, apa cita-cita? Ingin jadi dokter. hehe..Nampak itu tidak mungkin lagi, karena toh sekarang sudah ada di balik meja bukan sebagai dokter. Tapi sejalan ama semakin berkembangnya isi kepala, lantas gw juga gak mau ngebatasin cita-cita hidup gw sebatas profesi. Lanjut apa dong cita-cita gw? ya, simple aj: "jadi manusia berguna", dalam porsi gw. Gak usah neko-neko dalam konteks apa atau lingkup seperti apa, hehe...karena hidup sendiri gak akan pernah mendadak meluas atau menyempit kalo kita nggak bikin sendiri itu batasan. Karena hidup itu pilihan (diluar takdir tentunya), ya setiap saat kita memilih, dan gw memutuskan cita-cita gw untuk "jadi manusia berguna", harusnya di embel-embel-i dengan "dan bertanggung jawab", tapi kok ya susah menanggung kata2 itu...ya pelan2 kali ya.
Nah ngomong2 soal bikin sesuatu yang berguna, seneng banget, pas di ajak temen bergelandang sedikit dengan segala keterbatasan gw (waktu, dan tenaga atau materi), dan akhirnya gw bisa sedikit ngelakuin hal yang berguna. Jujur, gw salut ama temen2 baru gw ini (thanks but Fee yang udah ngajak gw ke komunitas ini), komunitas bRantai. Gw bisa sedikit memberi-merah apa yang sudah merah putih dalam warna pelangi nya (hehe..bahasanya mulai ngaco), tapi yg jelas, kembali gw sedikit bisa menegakkan bendera cita-cita gw..dan plus side-nya tentu temen jadi nambah banyak...bahkan gw tiba2 ketemu temen yang dulu hilang. Padahal dulu pernah naik gunung gede-pangrango, bahkan salak ama dia..dan somehow tiba2 nongol dia di bRantai :) ternyata orang baik emang selalu bertemu lagi ama orang baik.

Yang kita lakuin sebenarnya sederhana; mengajak bermain, makan bersama, belajar bersama mengenal alam, bersama anak-anak yang sekolahnya di kaki gunung yang tanpa orang-orang seperti bRantai, disana tidak pernah ada sekolah, mereka tidak pernah punya seragam sekolah, mereka tidak pernah merasa perlu sekolah, mereka tidak tau sekolah..




Seperti layaknya di LaTahzan, komunitas bRantai juga dipentolin sama orang2 ajaib (positif ya maksudnya). Orang-orang yang sibuk tapi ngerasa kurang sibuk (hehe...). Atau boleh dibilang, orang-orang yang sangat berdedikasi dalam pembelaan rakyat kecil. Orang-orang baik yang seperti ini lah yang harus di jadikan teman :)
Argh..tak henti-hentinya gw cuma bisa bersyukur, dan berdoa semoga orang-orang seperti ini tetap sehat, sedemikian apa yang mereka rencanakan dapat terlaksana. karena gw tau apa yang mereka rencanakan terlampau sayang untuk tidak tercapai. Karena mereka punya cita-cita yang tinggi, cita-cita yang luhur.